Thursday, January 20, 2011

Tips n trik menjalani skripsi/tugas akhir (1)

Banyak rekan-rekan yang mengeluhkan sulitnya menjalani skripsi/TA...Sebenarnya apa sih yang sulit? kenapa banyak rekan-rekan yang kadang tumbang, nyaris menyerah di tengah jalan? sudahkah benar-benar berjibaku?...Berikut ini sedikit tips n trik agar skripsi/tugas akhir perkuliahan berjalan lancar...Insya Allah...


Pra TA/skripsi

1. Sediakan waktu untuk observasi, melihat sekeliling dan melihat internal diri sendiri...obyek apa yang dikaji? apa hal yang paling disuka dan kajian ilmu seperti apa yang memang relevan dengan kelebihan/potensi kita. Jangan lupa tetapkan deadline untuk ini.

nb: jika memang belum dapat ide, coba ngobrol ama temen, dosen, atau siapa saja..bahkan abang-abang jualan gorengan, tukang parkir, juga boleh. Kadang tak disangka justru di saat yang tidak terduga ide itu muncul. Nah ketika muncul, segera dah catet...Oleh karena butuhnya mencatat, jangan lupa bawa buku kecil n bolpen/pensil ke mana-mana OK.

2. Suka dengan bidang/obyek kajian aja tidak cukup...sebab itu kan sisi idealis kita. Untuk mengimbanginya perlu lihat daratan alias ngukur kemampuan...cek dan tanya kembali ke diri sendiri, kira-kira kalau kita memilih judul/tema tersebut, daftar literaturnya mudah didapat atau tidak, punya atau tidak? atau minimal kita tahu hendak kemana mencari literatur tersebut. Ditambah lagi pertimbangkan masalah bahasa. Jika memang tidak terlalu menguasai bahasa inggris, tetapi sumber literatur yang ada kebanyakan berbahasa inggris, maka harus siap mencari partner utk membantu men-translate atau  minimal kita sendiri jadinya yang harus melakukannya (coba ukur efektif/tidaknya)

nb: pengalaman penulis dulu sempat mengalami hambatan pada hal ini. Meski pada saat Tugas Akhir, penulis tidak terlalu mengalami kendala (disebabkan obyek kajiannya mudah dipahami penulis meski berbahasa inggris) tetapi saat penulis membuat skripsi hal ini menjadi hambatan disebabkan istilah terkait bidang penulis saat skripsi masih baru dah penulis sendiri masih meng-eksplore bidang baru tersebut).  >>

Thursday, April 30, 2009

Tips n trik supaya kuliah menyenangkan




Hmm..Kuliah apa tuh?…
Kuli-ahh..belajar mulu?..capek deh..
Ada yang bilang kuliah terkadang membosankan, entah itu karena faktor dosennya yang killer, atau mata kuliahnya membosankan, ataupun sarananya yang nggak memadai. Namun kalau dinikmati, masa-masa kuliah adalah masa-masa yang paling menyenangkan (meski kalah menyenangkannya dibanding SMA [^_^] ).
Asyiknya kuliah tuh…kita bebas milih:
Milih lulus lama atau lulus cepat, milih jadi aktivis kampus atau tidak, dsb. Sebagai seseorang yang pernah merasakan kelar kuliah dengan cepat alias sebelum 4 tahun (di suatu tempat..nun jauh di sana) dan seorang mahasiswa yang kemungkinan kelar kuliah dalam waktu yang cukup lambat di sini (hehe..maklum masih cinta kampus), sedikit sharing ttg dunia perkuliahan ke adik-adik mahasiswa yang baru masuk ke TP.

Friday, December 14, 2007

Siapa yang ingin menjadi guru?!

Siapa yang ingin menjadi guru? tanya salah satu guru kepada siswa-siswanya di kelas. Hmm.. berapa banyak yang mengacungkan tangan?Memang sih dibanding profesi lain, guru di Indonesia kadang jarang dilirik.. Dengan alasan gaji rendah, kurang sejahtera, dll. But Kalau gitu siapa donk yang nanti bakal jadi guru?

Tidak halnya seperti di Jepang. Seorang guru yang seringkali disebut denagn istilah sensei, sangat dihormati. Menjadi sensei di Jepang merupakan sebuah pekerjaan yang sangat terhormat.

Monday, October 08, 2007

Pelatihan: Penting atau tidak penting ?!!

Sebuah organisasi ataupun perusahaan senantiasa mengalami perubahan sesuai dengan perubahan zaman. Perkembangan ilmu dan teknologi mengharuskan kita selalu aktif untuk membuka mata dan telinga terhadap perubahan yang terjadi. Peralihan zaman dari Information Age menjadi Conceptual Age semakin dekat. Penyelenggaraan pelatihan menjadi salah satu jawaban bagi perusahaan untuk men’charge’kan kembali kinerja karyawan. Mulai dari pelatihan yang berupa teknis hingga pelatihan yang mengedepankan perubahan attitude kerap kali menjadi pilihan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan Sejauh mana pelatihan tersebut dianggap penting atau tidak penting dalam sebuah organisasi/perusahaan, perlu dilakukan atau tidak? Berikut ini dijabarkan beberapa pendapat dari berbagai sumber.
Mengapa pelatihan?
Menurut Ary Ginanjar A, dalam buku Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ menyebutkan bahwa Globalisasi adalah bukti nyata akan kebutuhan manusaia untuk berinteraksi dan bersinergi dengan kelompok lain di luar kelompoknya. Tidak diragukan bahwa pikiran kelompok dan sinergi akan menghasilkan sebuah pemikiran yang jauh lebih cerdas dan lebih sempurna. Peningkatan kecepatan informasi, ilmu pengetahuan, juga jaringan kerja, membuat kita semakin bergantung pada pemikiran kelompok-kelompok lain dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan pelatihan ketangguhan social (social strength) dalam menghadapi perubahan yang ada.

Tuesday, October 02, 2007

Pilih mana… Pendidikan atau Pelatihan?

Tidak jarang diketemukan perusahaan mengutus beberapa karyawannya dari berbagai divisi mendapat kesempatan tugas belajar (melanjutkan studi), mengikuti seminar, pelatihan, ataupun workshop dengan harapan mereka dapat mengembangkan kompetensinya, meningkatkan kinerja ataupun sekedar menambah pengetahuan terbaru tentang perkembangan bisnis yang digeluti. Akan tetapi hasil yang ada terkadang tidak sesuai dengan harapan. Mungkinkah hal itu terjadi akibat kesalahan karyawannya yang tidak bersungguh-sungguh mengikuti pendidikan/pelatihan itu? Atau kesalahan perusahaan dalam memilih pembelajaran yang sesuai bagi mereka? Sebenarnya apa itu pendidikan dan pelatihan? Mengapa kedua hal itu disebut sebagai sesuatu yang serupa tapi tidak sama?Berikut ini beberapa definisi dan kajian tentang kedua hal tersebu.

Dalam buku “Menyemai Teknologi Pendidikan”, buah karya Prof Yusufhadi Miarso, MSc, disebutkan bahwa tenaga kerja yang dibutuhkan dalam era perubahan ini adalah mereka yang terdidik dengan baik, terlatih, dan mengusai informasi (well educated, well trained, well informed).
Lebih lanjut disebutkan bahwa pendidikan adalah pembentukan sikap, penguasaan keterampilan, dan perolehan pengetahuan sebelum memasuki dunia kerja. Sedangkan pelatihan adalah peningkatan kemampuan secara khusus dalam suatu lingkungan kerja.
Sedangkan Jay Cross dalam tulisannya Training vs. Education:A Distinction That Makes A Difference yang dipublikasikan pada Bank securities Journal, menyebutkan bahwa Pelatihan bukanlah pendidikan. Pendidikan diukur dari waktu (tenure) seperti halnya mengikuti seminar atau kuliah 4 tahun di kampus. Pelatihan (training) diukur dari ‘apa yang dapat kamu lakukan setelah kamu menyelesaikan masa pelatihan itu’. Training adalah melakukan. Training meningkatkan performance. Tujuan yang baik dalam sebuah training adalah memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu (doing something), bukan memiliki kemampuan untuk mengetahui sesuatu (knowing something). Dalam training bukan satu kesempatan hasilnya bisa langsung dirasakn, sebab training merupakan proses. Kebiasaan positif harus selalu diulang kembali jika meinginkan materi pelatihan itu terus melekat dalam diri individu.


Monday, September 24, 2007

Apa itu kurikulum?

M. Skilbeck (1984):
The learning experiences of students, in so far as they are expressed or anticipated in goals and objectivies, plans and designs for learning and implementation of these plans and design in school environments. (pengalaman-pengalaman murid yang diekspresikan dan diantisipasikan dalam cita-cita dan tujuan-tujuan, rencana-rencana dan desain-desain untuk belajar dan implementasi dari rencana-rencana dan desain-desain tersebut di lingkungan sekolah.
Pengertian kurikulum di atas mengandung arti bahwa kurikulum itu memiliki tujuan/sasaran tertentu. Setelah tujuan/sasaran itu jelas, barulah mendesain metode pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran terebut. Akan tetapi penerapan dari model desain system pembelajaran itu hanya terbatas pada lingkungan sekolah saja.
Kelemahan dari definisi ini adalah kegiatan yang dilakukan diluar lingkungan sekolah yang diselenggarakan sekolah tidak dianggap sebagai kurikulum walaupun menunjang proses pembelajaran. Padahal bisa saja kan kegiatan yang dilakukan diluar sekolah itu merupakan salah satu jalan untuk membuat murid-murid itu lebih mendalami pelajaran disekolah , wujud penerapannya, dan makna pendidikan.

J.Wiles & J.Bondi (1989)
..The curriculum is a goal or a set of values, which are activated through a development for students. The degree to which those experiences are a true representation of the envisioned goal or goals is a direct function of the effectiveness of the curriculum development efforts. (Kurikulum ialah seperangkat nilai-nilai, yang digerakkan melalui suatu pengembangan proses kulminasi dalam pengalaman-pengalaman di kelas untuk murid-murid. Tingkat terhadap pengalaman tersebut merupakan suatu representasi yang benar terhadap cita-cita yang diimpikan ialah suatu fungsi langsung daripada efektivitas dari usaha-usaha pengembangan kurikulum)
Pengertian kurikulum diatas mengandung arti bahwa kurikulum didapati dari hasil pengalaman-pengalaman di kelas yang mengalami pengembangan kulminasi (sampai puncak tertinggi/maksimal), yang kemudian diterapkan kembali dan mengalami perubahan2 yang lebih baik dari sebelumnya. Selain itu kurikulum mengandung nilai-nilai (dalam hal ini bisa ditafsirkan nilai2 yang berlaku dimasyarakat, nilai2 agama, kewarganegraan, dsb) yang sesuai dengan tujuan utama pendidikan yaitu memanusiakan manusia. Lebih lanjut, kurikuum juga harus bias merepresentasikan (mewakili) kebenaran dari cita-cita semula pada saat kurikulum itu akan dibuat, dan memiliki sisi efektivitas dalam pengembangan kurikulum dan fungsi langsung dalam masyarakat. Maksud fungsi langsung adalah langsung terlihat manfaat dari prktek-praktek berlandaskan teori yang didapat dalam pelajaran2 dari sekolah, baik yang dilakukan oleh sekolah di sekolah maupun dilakukan di luar sekolah. Efektivitas dari usaha pengembangan kurikulum maksukdnya adalah dengan sistematis dan melihat situsi kondisi pola murid-murid pada saat itu, maka disusun kurikulum yang flexible tapi tegas yang memunculkan potensi tiap individu dengan aturan-aturan yang tidak terlalu berat.


Memandang ilmu Pengetahuan dan teknologi

Di era globalisasi ini, perkembangan ilmu dan teknologi sangat cepat. Sejumlah penemuan dan inovasi memberikan kontribusi yang tinggi munculnya produk-produk baru yang membudahkan pekerjaan manusia. Akan tetapi sangat disayangkan kebanyakan para ilmuwan yang muncul berasal dari negeri barat yang rata-rata bukan berasal dari kaum musalimin. Lantas dimanakah para ilmuwan muslimin itu? Bukankah dalam islam disebutkan bahwa tiap muslim itu diwajibkan menuntut ilmu?Apakah kaum muslimin kini menyadari bahwa kita sedang mengalami apa yang dimaksud engan Ghozwul Fikri (Perang pemikiran)?

Definisi Ilmu dan Ilmu Pengetahuan
Menurut Sutrisno Hadi, ilmu pengetahuan adalah kumpulan dari pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang-orang yang dipadukan secara harmonis dalam suatu bangunan yang teratur.
Sedangkan ilmu itu sendiri (yang berasal dari kata science) adalah rangkaian keterangan tentang sesuatu yang berasal dari pengamatan gejala-gejala alamiah (fenomena) melalui studi dan pengalaman yang disusun dalam sebuah sistem untuk menentukan hakekat dari yang dimaksud. Dari pengertian ini terlihat bahwa rasio lebih dominan.
Menurut pemikiran manusia secara umum, hakekat ilmu adalah hubungan antara subyek terhadap obyek (timbal balik) menurut suatu idea (cita-cita). Selain definisi tersebut, masih banyak definisi lain tentang ilmu dan ilmu pengetahuan dari para ahli, tetapi bagaimana halnya menurut Al-Qur’an?


Monday, April 17, 2006

Kata pembuka


Selamat datang di blogku yang formal. Nama blog ‘tukerpikiran’ sengaja kupilih, karena blog ini bertujuan untuk bertukarpikiran dengan para pembaca. Blog ini berisi karya-karya tulisku, baik yang bersifat analisis maupun imaginative. Terdiri dari tiga bagian: kiri (yaitu tulisan-tulisan yang berupa analisis dengan menggunakan otak kiri), dan kanan (yaitu tulisan-tulisan yang berupa sastra/imaginative, ataupun curahan rasa. Diharapkan apa yang tertulis di blog ini, dapat bermanfaat bagi pembaca. Kritik dan saran saya tunggu.

Terima kasih
Salam

em kecill..


Nick name: my a.k.a frezt a.k.a floex
Nama jurnalis:MY, mydna
Nama pena: m kecil
Character: curiosity, hardworker, adventurer.